"2 WNI yang diculik bernama Robert Tampubolon dan Permana Nugroho," kata juru bicara Kemlu, Michael Tene, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/11/2010).
Dia menjelaskan, peristiwa penculikan ini terjadi Senin (8/11) dini hari.Β Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pun sudah berkoordinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok bersenjata menyerang sebuah kawasan pengeboran minyak di lepas pantai Nigeria. Para pria bersenjata itu menculik tujuh warga asing yang bekerja di kilang tersebut. Di antara ketujuh orang yang diculik itu termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).
Demikian disampaikan juru bicara perusahaan eksplorasi minyak Afren seperti dilansir kantor berita Reuters.
Kelompok bersenjata menyerang kilang minyak Afren di Niger Delta pada Minggu, 7 November malam waktu setempat. Ketujuh pekerja kilang yang diculik semuanya warga asing. Selain dua WNI, lima kru asing lainnya yang diculik adalah dua warga AS, dua warga Prancis dan seorang warga Kanada.
Sebuah kelompok militan utama di Nigeria hari ini mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke pengeboran minyak Afren tersebut. Kelompok yang menamakan dirinya Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND) tersebut menyatakan bahwa mereka tengah menyandera para kru yang diculik dari kilang minyak tersebut.
"Semua ekspatriat yang diculik baik-baik saja dan aman dalam tahanan kami," demikian pernyataan kelompok tersebut.
(ndr/nrl)











































