Aksi baku tembak itu terjadi di jalan di Kawasan Pedurungan, Semarang, Minggu sore (7/11/2010). Perampok memberikan perlawanan saat hendak dibekuk. Oleh polisi, kedunya ditembak.
Salah satu perampok, Hartono alias Haris (28), warga Tanah Grogot, Paser, Kaltim, tewas. Sementara seorang lainnya, Sugeng Supriyono (29), warga Maguwoharjo, Depok, Sleman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi terpisah, polisi juga berhasil membekuk dua anggota perampok lainnya, yakni Kasbullah alias Kabul (43), warga Batursari, Mranggen, Demak dan Sugiyanto alias Argo (31), warga Jeglokan, Ceper, Klaten.
Keempat perampok ini merupakan satu komplotan. Mereka beraksi di toko "Jaya", Jl. Majapahit Semarang, 6 September 2010, dan rumah Suyono, Jl Kumudasmoro Semarang, 17 September 2010. Di lokasi pertama, mereka menggondol Rp 180 juta dan di lokasi kedua dapat Rp 105 juta.
"Saya cuma dapat Rp 23 juta," kata Kasbullah, salah satu perampok dihadapan polisi dan wartawan.
"Rp 23 juta kok cuma. Wah, kamu itu," kata Edward menimpali.
Polisi menyita 2 senpi jenis FN, 2 revolver, 35 peluru kaliber 9 mm, 24 peluru kaliber 35 mm, 3 sepeda motor, ponsel, dan lain-lain. Saat ini, polisi masih memburu satu anggota komplotan bernama Dengkek.
(djo/djo)











































