"Saya lihat di koran," kata Mahfud saat ditanya seputar foto mirip Gayus.
Hal ini disampaikan Mahfud di sela-sela acara Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) dan Sinar Mas mengirimkan bantuan untuk para korban Merapi di Plaza BII, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud berpendapat, harus ada tindakan hukum bagi penjaga yang memberi izin apabila foto itu ternyata Gayus.
Menurut dia, hukum di Indonesia kacau balau. "Ketika ditemukan, ada polisi yang memberikan keterangan, Gayus sudah mendapat izin. Tetapi, ada juga yang bilang tidak mendapat izin. Sedangkan Gayus mengaku tidak keluar. Itu kan ada kebohongan. Subyeknya satu tetapi jawabannya berbeda," papar Mahfud yang mengenakan setelan jas warna coklat ini.
Ia juga menilai ada yang tidak beres dalam kasus itu. "Ini harus diselesaikan. Mungkin kebetulan baru Gayus yang ketahuan. Mungkin setiap hari banyak yang seperti itu," kata Mahfud.
Gayus dikeluarkan dari rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk berobat. Namun, rupanya mantan pegawai pajak tersebut kembali ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selain itu, ada foto pria yang mirip dirinya saat sedang menonton turnamen tenis di Bali. Gayus telah menyangkal foto itu adalah dirinya. Dia mengaku tetap berada di tahanan.
Sementara itu, Kepala Rutan Brimob Kelapa Dua Kompol Iwan Siswanto mengaku telah melakukan kelalaian dalam tugasnya karena telah 'membebaskan' Gayus Tambunan dari tahanan. Iwan dan 8 penjaga rutan lainnya akhirnya diganti. (aan/nrl)











































