AS Perketat Kargo Udara

AS Perketat Kargo Udara

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2010 14:49 WIB
AS Perketat Kargo Udara
Washington - Otoritas Amerika Serikat (AS) memberlakukan aturan-aturan keamanan baru untuk memperketat kargo udara. Selain telah melarang semua kargo dari Yaman dan Somalia, AS juga melarang tinta printer yang beratnya lebih dari setengah kilogram masuk ke semua pesawat penumpang.

Demikian disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano dalam statemennya seperti dilansir News.com.au, Selasa (9/11/2010).

"Ancaman terorisme yang kita hadapi ini serius dan terus berkembang, dan langkah-langkah keamanan ini mencerminkan komitmen kami untuk menggunakan intelijen terkini untuk tetap berada di depan musuh-musuh," kata Napolitano.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan baru ini merupakan respons langsung atas gagalnya plot teror untuk meledakkan dua pesawat kargo bertujuan AS bulan lalu. Dalam insiden itu, para teroris di Yaman telah menyembunyikan dua bom dalam printer-printer dan mengirimkannya lewat layanan kargo FedEx dan UPS.

Ketika paket-paket bom tersebut tengah dalam perjalanan menuju AS, otoritas Arab Saudi memberitahukan intelijen AS mengenai plot peledakan tersebut.

Otoritas AS dengan cepat melarang kargo dari Yaman setelah bom-bom itu ditemukan dalam pesawat-pesawat bertujuan AS. Negara-negara lain termasuk Inggris dan Jerman juga mengikuti langkah AS tersebut.

Somalia dimasukkan ke larangan AS tersebut karena kelompok teroris di Somalia, al-Shabaab pernah menyatakan niatnya untuk melancarkan serangan terhadap AS. Sama seperti kelompok al-Qaeda di Semenanjung Arab di Yaman yang pernah menyatakan dan mencoba melakukan serangan terhadap AS.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads