Demikian disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano dalam statemennya seperti dilansir News.com.au, Selasa (9/11/2010).
"Ancaman terorisme yang kita hadapi ini serius dan terus berkembang, dan langkah-langkah keamanan ini mencerminkan komitmen kami untuk menggunakan intelijen terkini untuk tetap berada di depan musuh-musuh," kata Napolitano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika paket-paket bom tersebut tengah dalam perjalanan menuju AS, otoritas Arab Saudi memberitahukan intelijen AS mengenai plot peledakan tersebut.
Otoritas AS dengan cepat melarang kargo dari Yaman setelah bom-bom itu ditemukan dalam pesawat-pesawat bertujuan AS. Negara-negara lain termasuk Inggris dan Jerman juga mengikuti langkah AS tersebut.
Somalia dimasukkan ke larangan AS tersebut karena kelompok teroris di Somalia, al-Shabaab pernah menyatakan niatnya untuk melancarkan serangan terhadap AS. Sama seperti kelompok al-Qaeda di Semenanjung Arab di Yaman yang pernah menyatakan dan mencoba melakukan serangan terhadap AS.
(ita/nrl)











































