"Kapori harus memiliki kejujuran dan keseriusan untuk mengusut itu. Ini ujian pertama bagi beliau dan rakyat menunggu bagaimana kejujuran beliau untuk mengusut itu," kata anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/11/2010).
Martin berpendapat, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan komitmen Timur memberantas rekayasa kasus di Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin berharap Timur segera mengusut petugas yang mengeluarkan Gayus dari tahanan. Selain itu, Polri harus segera mengecek kebenaran foto mirip Gayus yang tertangkap kamera saat menonton pertandingan tenis di Bali.
"Polisi perlu mengusutnya secara tuntas. Jangan dibiarkan isu itu berkembang yang tidak ada kepastiannya, termasuk harus ada uji teknis foto mirip Gayus," kata Martin.
Martin meminta agar oknum yang memberi izin Gayus keluar tahanan dihukum seberat-beratnya apabila terbukti bersalah.
Tuntutan senada disampaikan anggota Komisi III DPR dari FPKS, Nasir Jamil. Nasir berharap Kapolri membuktikan program 100 hari pertamanya.
"Pak Kapolri harus membuktikan janji program kerja 100 hari yang akan menuntaskan kasus besar. Bagi kami kasus Gayus ini kasus besar," kata Nasir.
Gayus dikeluarkan dari rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk berobat. Namun, rupanya mantan pegawai pajak tersebut kembali ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selain itu, ada foto pria yang mirip dirinya saat sedang menonton turnamen tenis di Bali. Gayus telah menyangkal foto itu adalah dirinya. Dia mengaku tetap berada di tahanan.
8 Petugas jaga rutan termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Suyitno diperiksa Propam Mabes Polri terkait hal ini. Menurut informasi yang beredar, Gayus menyuap sejumlah petugas untuk bisa 'melenggang' bebas di luar rutan. Polisi masih mendalami dugaan suap ini.
(aan/fay)











































