"Banyak yang dibawa sama keluarganya yang tinggal di daerah lain, atau daerah selatan," kata seorang pengungsi, Joko, saat berbincang dengan detikcom, di lokasi pengungsian Selasa (9/11/2010).
Tidak heran, barak pengungsian itu kini relatif lebih sepi dari sebelumnya. Para pengungsi Merapi cenderung lebih leluasa untuk selonjoran. "Agak lebih sepi sih, jadi agak longgar," lanjut Joko.
Sementara itu Suprihatin, pengungsi yang lain mengatakan, orang-orang pindah karena merasa jenuh tinggal barak. Mereka memilih tinggal bersama sanak keluarganya.
"Neng kene jare ra betah, wingi pamit karo aku arep neng nggone sederekke, neng Bantul (Di sini katanya tidak betah, kemarin pamit sama aku mau tinggal di saudaranya di Bantul)," kata Suprihatin.
Menurunnya jumlah pengungsi itu juga dibenarkan oleh Koordinator relawan Magister Pengelolaan Bencana Alam (MBPA) dari UGM, Djayadi. Saat ini, jumlah pengungsi hanya sekitar 9.492 orang. Padahal sebelumnya mencapai 14 ribuan.
"Angka 9.492 itu menurun dibanding hari-hari sebelumnya. Harap dimengerti, Anda bisa melihat sendiri kondisinya, pendataan di sini sangat sulit dilakukan. Tapi kecenderungan menurun bisa dilihat," kata Djayadi.
Dalam rilis resmi dari Pemerintah Kabupaten Sleman, disebutkan total jumlah pengungsi di Stadion Maguwoharjo per Senin 8 November 2010 kemarin adalah 9.492 orang, dengan rincian 1.840 di sayap barat, 1,706 di sayap utara, 2.657 di sayap selatan, 3.162 di sayap timur serta 127 orang di lokasi acak.
Jumlah pengungsi yang ada di Stadion Maguwoharjo tidak lebih dari seperlima total pengungsi di Sleman yang total berjumlah 53.669 orang. Seperti diketahui, Sleman merupakan salah satu daerah terparah akibat letusan Merapi. (ken/fay)











































