Bali telah didengar Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. Timur pun telah memerintahkan
penyelidikan serius terkait kabar yang menjadi perbincangan penuh sinisme itu.
"Saya sudah telepon Pak Kapolri. Beliau memerintahkan untuk penyelidikan secara serius
karena kabar ini sudah beredar luas," kata penasihat Kapolri Prof Kastorius Sinaga dalam
perbincangan dengan detikcom, Selasa (9/11/2010).
Kalau terbukti Gayur berkeliaran di Bali, Polri akan mengambil tindakan yang tegas
terhadap pihak-pihak yang memuluskan tindakan Gayus. Kini, Timur masih menunggu
penyelidikan yang dilakukan atas kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
penyelidikannya. Yang jelas Pak Kapolri sudah memerintahkan. Secepatnya kalau ada
hasil penyelidikan tentu akan dijelaskan permasalahannya," imbuh dia.
Menurutnya, jika Gayus benar-benar bepergian ke Bali, maka terbukti ada kesalahan dan
penyimpangan yang dilakukan aparat kepolisian. Agar tidak terulang lagi kasus-kasus
yang demikian, maka sudah sepantasnya aparat yang bersangkutan ditindak tegas.
"Tindakan tegas seperti apa, siapa yang harus ditindak, nanti kita tunggu penyelidikan
selesai," ucap Kastorius.
Gayus dikeluarkan dari rutan Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, untuk berobat pada Jumat 5 November. Namun, rupanya mantan pegawai pajak tersebut kembali ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selain itu, ada foto pria yang mirip dirinya saat sedang menonton turnamen tenis di Bali. Pria mirip Gayus itu dijepret sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat 5 November. Kabar ini kemudian disangkal sendiri oleh Gayus. Dia mengaku tetap berada di tahanan.
Hingga saat ini, 8 orang petugas jaga rutan termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan
Suyitno diperiksa Propam Mabes Polri terkait hal ini. Menurut informasi yang beredar,
Gayus menyuap sejumlah petugas untuk bisa melenggang bebas di luar rutan. Polisi mendalami dugaan penyuapan ini.
(vit/nrl)










































