"Saya beberapa kali kontak dengan teman-teman di sana (Yogya). Jadi sampai sekarang masih di-notam-kan," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Hary Cahyono kepada detikcom, Selasa (9/11/2010).
Notam adalah kependekan dari notice to airman, peringatan yang diberikan kepada semua pelaku penerbangan, termasuk para pemilik maskapai. Notam dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penutupan sebuah bandara sekali lagi bukan persoalan tanggal, tapi keselamatan penumpang. Teman-teman di Yogya sebetulnya kasihan juga karena tidak ada yang mereka kerjakan. Mereka berharap cuaca segera membaik, sehingga bisa melayani aktivitas warga di sana," kata Hary.
Menurut Hary, setiap harinya ada 40 penerbangan yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Adi Sutjipto. Namun, sampai saat ini, transportasi udara memang belum bisa dilakukan dan masih terhambat oleh faktor suaca.
"Kami sedang memberikan perhatian untuk bandara yang menjadi feeder-nya Yogya, semisal Solo. Kami memang tidak bisa mempengaruhi kebijakan airline untuk menambah rute ke Solo. Tapi dari hasil pembicaraan dengan beberapa airline yang menaruh perhatian khusus," tutupnya.
(irw/nrl)











































