"Tadi sekitar pukul 06.45-07.45 WIB wedhus gembelnya kelihatan. Tingginya sekitar 2 km ke arah Yogya," kata Danank, warga Puluhan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010).
Menurut dia, tidak setiap hari wedhus gembel terlihat dari rumahnya. Namun cuaca yang cukup cerah pada pagi ini membuat wedhus gembel dapat diketahui penampakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan abu sempat mengguyur rumah warga di Klaten. Untungnya abunya tidak tebal. Apalagi hujan deras hampir setiap hari mengguyur Klaten, sehingga abu vulkanik itu tidak mengganggu aktivitas warga.
"Ada hujan abu, tapi tipis. Lagian di sini hampir tiap hari alhamdulillah ada hujan air, jadi nggak kotor sama abu," sambung Danank.
Dia menyampaikan, dentuman dari Gunung Merapi hingga kini masih kerap terdengar dari rumahnya. Warga pun menjadi terbiasa mendengar suara-suara gemuruh.
"Tapi dari kemarin malam sampai sekarang nggak terlalu sering dengar dentumannya dibanding hari-hari sebelumnya," ucap Danank.
Sementara itu, hujan abu Gunung Merapi yang mengguyur sebagian wilayah Magelang, Jawa Tengah, semalam, pagi ini sudah reda. Cuaca di wilayah tersebut terlihat cerah. Debu vulkanik yang sebelumnya menyelimuti jalan di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Magelang setebal 5 cm, kini sudah mulai menyingkir ke tepi jalan. Warga juga sempat bergotong royong untuk menyemprot abu tersebut dengan air, sehingga membuat jalanan bersih dan tidak licin.
(vit/nrl)











































