"Untuk mempermudah akan dilibatkan Kadus dan RT dari seluruh wilayah. Ini akan mempermudah pendataan ternak-ternak warga," ujar Ketua DPRD Sleman, Koeswanto saat berbincang dengan detikcom diantara ribuan pengungsi yang memadati Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (8/11/2010) malam.
Menurutnya data yang ada di tiap desa saat ini belum tentu valid. Karena sudah ada warga yang membeli atau menjual ternaknya tapi belum sempat terdata oleh aparat desa sebelum Merapi meletus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luasnya wilayah dan banyaknya warga membuat kepala desa (Kades) tidak mungkin hafal siapa saja warganya yang memiliki ternak. Sehingga perangkat terkecilah yang paling tahu kondisi warganya.
"Kalau Kadus dan RT mungkin tahu siapa saja warganya yang memiliki ternak, jenis, dan jumlahnya. Makanya peran Kadus dan RT paling besar di sini," tambahnya.
Namun, menurut Koeswanto, pendataan tidak mungkin bisa cepat dilakukan. Hal ini disebabkan kondisi warga yang masih berada di pengungsian menjadi hambatan bagi perangkat desa.
"Mungkin kalau warga sudah kembali ke rumah atau status Merapi sudah turun, pendataan baru bisa maksimal," terangnya.
Terkait anggaran pembelian ternak milik warga, Koeswanto belum mengetahui apakah hal tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat atau pemerintah juga turut membantu. (her/irw)










































