Bertemu Obama, SBY Harus Tunjukkan Sikap Persahabatan yang Seimbang

Bertemu Obama, SBY Harus Tunjukkan Sikap Persahabatan yang Seimbang

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2010 01:38 WIB
Bertemu Obama, SBY Harus Tunjukkan Sikap Persahabatan yang Seimbang
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan berada di Indonesia pada 9-10 November dan mengadakan serangkaian pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY diminta untuk menunjukkan sikap persahabatan yang seimbang antar kedua negara.

"Saat menerima Obama, Presiden SBY perlu menunjukkan sikap persahabatan yang seimbang dengan AS, sekaligus tidak merasa sebagai negara kecil atau kurang diperhitungkan oleh AS," kata Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz, kepada detikcom, Rabu (8/11/2010).

"Jadi, semangatnya adalah membangun hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan AS, selain memberi kesan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang mayoritas penduduk Islam-nya ramah," kata Irgan seraya menambahkan bahwa dengan cara itu, kedudukan Indonesia layak mendapat perhatian utama dari Obama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irgan menambahkan, AS di bawah Obama jelas tidak mungkin mengabaikan Indonesia sebagai negara terbesar berpenduduk Islam. Karenanya, hal tersebut dapat menjadi ikatan politik agar Obama semakin memerlukan Indonesia untuk berperan aktif di kancah dunia, khususnya menciptakan tatanan dunia yang adil dan berkemakmuran.

"Obama tidak boleh pula menempatkan Indonesia selaku negara yang bisa didikte AS, mengingat negara ini memiliki sejarah yang disegani oleh bangsa-bangsa di dunia," tandasnya.

Obama, lanjut Irgan, juga harus harus memberi banyak kepercayaan pada Indonesia dalam menjalankan agenda strategisnya dengan berbagai pihak internasional. Sehingga keberadaan Indonesia akan lebih diakui sekaligus dihormati negara-negara di dunia, termasuk oleh AS.

Memang, aku Irgan, kedatangan Obama yang singkat tidak otomatis merubah pandangan 'minor' dunia pada Indonesia. Namun, setidaknya, momentum itu dapat dijadikan bargaining adanya posisi Indonesia yang mulai dibutuhkan oleh negara maju.

"Presiden SBY juga harus menjelaskan pada Obama Indonesia bukan negara teroris yang pantas dicemaskan pihak mana pun, di samping menyampaikan gambaran Islam bukan agama yang menghalalkan terorisme," ucapnya.
(irw/fiq)


Berita Terkait