Pengiriman bantuan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Sanglah Dr I Wayan Sutarga usai melepas tim medis dan bantuan di RSUP Sanglah, Jl Pulau Nias, Denpasar, Senin (8/11/2010).
RSUP Sanglah mengirimkan bantuan tim medis yang terdiri dari dokter bedah, dokter umum dan dua orang perawat.
Rombongan tim medisa yang dipimpin oleh Dr Anak Agung Sagung Ari Lestari akan bertugas selama empat hari di RS Sardjito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan menjadi tim pelapis untuk memberikan layanan kesehatan karena tim medis di Yogyakarta pasti sudah kelelahan," katanya.
Selain mengirimkan tim medis, RSUP Sanglah juga memberikan bantuan 30 ribu masker, 28 ribu sarung tangan, 100 buah tetes mata, dan 750 kotak kain perban steril.
Hingga hari ini aktivitas Merapi masih tinggi. Sejumlah letusan masih terus terjadi. Warga diminta tetap berhat-hati dan berada di zona aman.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Surono, kondisi tersebut membuat Merapi tetap berstatus Awas. Dia juga meminta agar zona aman 20 km dipatuhi, untuk menghindari korban.
"Kecenderungan aktivitas Merapi masih tinggi, banyaknya gempa itu dimunculkan dalam sinyal letusan," ujar pria yang disapa Presiden SBY dengan Mbah Rono ini.
Surono enggan memprediksi sampai kapan kondisi ini bertahan. Yang bisa dilakukan hanya memantau sampai aksi Merapi mereda.
"Prediksi itu kalau salah bagaimana? Kalau pun benar itu kebetulan, kita tunggu saja," ujar Surono.
(djo/djo)











































