Pada awalnya, Bibit enggan berkomentar. Karena tidak mengetahui pasti alasannya, orang nomor satu di Jateng mempersilakan bertanya langsung kepada yang bersangkutan.
"Tanya langsung ke yang bersangkutan saja," katanya usai bertemu dengan serikat pekerja di Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (8/11/2010).
Kemudian, Bibit menjelaskan kondisi Merapi yang masih mengkhawatirkan. Sampai hari ini sekitar 215 ribu warga Jateng hidup di pengungsian.
Saat hendak memasuki ruangannya, Bibit ditanya lagi soal Wabup Boyolali. Dengan agak kesal, dia berkata, "Kebangeten, itu saja."
Raut muka mantan Pangkostrad ini tampak sedikit berubah. Kemudian, ia melenggang, meninggalkan kerumunan wartawan.
Agus bersama beberapa pejabat melakukan kunker ke Jembrana Bali 3 Nopember lalu. Saat itu, Merapi tengah memuntahkan awan panas. Ribuan warga Boyolali mengungsi.
DPRD setempat yang diajak, membatalkan keikutannya. Namun Agus tetap nekat berangkat. Dalam kunker, pejabat Boyolali ingin mengetahui secara langsung program e-vote atau pemilihan melalui medium elektronik.
Saat ini, berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, rombongan kunker itu telah kembali. Mereka sudah ngantor dan mengurusi pengungsi Merapi.
(djo/djo)











































