Menurut peserta ACI asal medan M. Yusuf Simatupang, ia melihat bahwa ada peluang untuk mengembangkan potensi wisata alam tersebut setelah mengetahui bahwa di sana masih kurang akan fasilitas. Dan ia juga mempunyai keinginan untuk mempunyai usaha dan berinvestasi di sana. Menurutnya berinvestasi di sana sangat bagus karena belum ada yang mengembangkan.
Bersama Sendia Berka teman satu timnya, Yusuf menjelajahi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan selama tiga pekan. Yusuf atau akrab yang dipanggil Yuga mengira bahwa Kalimantan hanya kaya akan objek wisata hutan dan sungai, tapi ternyata menyimpan yang lain seperti pantai dan lautnya yang masih alami dan belum banyak dikembangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sayang pantai di sini gak bisa dinikmati untuk diving atau snorkeling, karena fasilitas di sini masih kurang dan belum mendukung. Jadi kalau mau diving bawa peralatan sendiri," sambungnya.
Dorongan kuat Yuga untuk menjadi pengusaha di Kalimantan adalah ketika memasuki goa yang berada di Kotabaru, yang didalamnya terdapat sungai dan goa tersebut dijadikan tempat sarang burung walet.
"Setiap tiga bulan sekali sarang burung walet dipanen dan sekali panen menghasilkan 1,6 milyar. Benar-benar menggiurkan," tuturnya.
"Apalagi harga tanah di sini juga tergolong sangat murah. Tanah seluas dua hektar hanya Rp.10 juta murah kan?" lanjutnya.
Pengalaman Yuga dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.
(tbs/tbs)











































