"Di posko pengungsian, kita akan coba melakukan pengolahan domestik. Akan ada pemilahan sampah organik dan non organik. Saya harap pemilahan sampah bisa dibantu pengungsi sendiri. Dengan teknologi yang ada sampah organik bisa jadi kompos," kata Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta di posko pengungsian Maguwoharjo, Yogyakarta, Senin (8/11/2010).
Gusti menjelaskan, untuk tahap tanggap darurat, hal yang diperhatikan Kementerian LH adalah kualitas tanah, udara dan air. Hal ini disebabkan polusi cukup menggangu warga di pengungsian.
Gusti menyatakan, pada tahap rekonstruksi, Kementerian LH akan menyusun profil lingkungan hidup di daerah Jawa. Profil ini akan terkait masalah sumber daya alam, permasalahan lingkungan dan pemetaan kawasan rawan bencana.
"Kami akan melakukan pembangunan sistem informasi kemudian meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup," katanya.
Saat berada di lokasi pengungsian, Gusti menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para pengungsi. Gusti yang mengenakan rompi coklat ini juga menyerahkan bantuan senilai Rp 25 juta ke pengungsi di Maguwoharjo. Bantuan ini diterima oleh Kepala Pengawasan Daerah DIY, Muhaimin.
"Kita bawa Rp 50 juta dan dibagi ke dua titik yaitu Maguwo dan Muntilan," ucapnya.
(nal/vit)











































