Ladang Rusak Terkena Abu Merapi, Warga Borobudur Butuh Bantuan Pangan

Ladang Rusak Terkena Abu Merapi, Warga Borobudur Butuh Bantuan Pangan

- detikNews
Senin, 08 Nov 2010 12:10 WIB
Ladang Rusak Terkena Abu Merapi, Warga Borobudur Butuh Bantuan Pangan
Jakarta - Abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi menyebabkan tanaman milik warga yang berada di Dusun Ngadiharjo, Desa Tawangsari, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam kondisi yang memprihatinkan. Akibatnya, warga yang bermata pencarian sebagai petani terancam kelaparan dan kehilangan pekerjaan.

"Kabar yang saya terima terakhir kali dari kerabat saya yang tinggal di desa itu, warga mulai mengeluh karena tanaman mereka, termasuk padi dan semua pepohonan, mati akibat terkena abu vulkanik Jumat (5/11/2010) lalu," ujar Erry, warga Yogyakarta, kepada detikcom, Senin (8/11/2010).

Erry mengatakan, warga mulai kebingungan karena tidak tahu akan makan dan bekerja apa pasca rusaknya ladang dan sawah milik mereka. Sementara bantuan dari relawan belum terjamah ke desa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tampaknya bantuan belum sampai ke daerah itu, akibatnya warga yang mulai kehabisan stok makanan dan bingung mau makan apa. Mereka butuh suplai makanan dari relawan," katanya.

Situasi semakin kurang menguntungkan karena aliran listrik di Desa Tawangsari juga belum normal. Warga menghemat penggunaan HP mereka agar baterai tidak cepat habis. Mereka takut tidak menemukan tempat meng-charge baterei.

"PLN masih mati, kalau ada sebagaian yang hidup itu karena menggunakan genset. Selebihnya gelap. Warga juga jadi susah dihubungi karena menghemat baterai ponsel," jelasnya.

Dengan kondisi yang serba sulit ini, desa yang didiami lebih kurang 200 KK ini meminta para relawan agar tidak hanya memfokuskan bantuan di Sleman saja. Sebab, kampung yang berada di daerah perbukitan itu juga terkena dampak letusan Merapi meskipun hanya abu vulkanik saja.

"Mereka juga terkena dampak, tanaman yang merupakan mata pencarian dan bahan makanan mereka mati, sehingga relawan harus segera sampai ke tempat ini," dorong Erry.ย ย 

Sedangkan Candi Borobudur hari ini masih diselimuti debu vulkanik sehingga tempat wisata itu masih ditutup untuk umum. "Saat ini masih ditutup dan sedang dalam kondisi dibersihkan. Tidak tampak turis maupun wisatawan lokal," kata Okly wargaย  Bumisegoro, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kampung ini berjarak 10 km dari puncak Merapi.

Okly berpendapat, butuh waktu lama untuk membersihkan candi raksasa itu. "Saya rasa butuh waktu 2 sampai 3 minggu untuk proses pencucian candi, karena saat ini ketebalan debu cukup tebal dari bawah sampai puncak," jelasnya. (lia/nrl)


Berita Terkait