"Sebetulnya secara umum tidak ada kaitannya dengan debu Merapi," ujar Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr Tuwamin Mulyono, kepada detikcom, Senin (8/11/2010).
Namun, menurut Tuwamin, bisa dicermati juga debu Merapi yang merupakan partikel higroskopis, bisa menyerap air dan membentuk awan lebih aktif. Sehingga dapat menimbulkan curah hujan di daerah tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuwamin meminta warga Jakarta untuk waspada pada bulan-bulan di mana puncak curah hujan tinggi. Warga juga diminta siaga banjir di daerah tertentu.
Saat ditanya apakah debu Merapi sudah sampai Jakarta, Tuwamin tidak mengetahuinya. "Kita tidak melakukan pendeteksian debu sampai ke permukaan," kata Tumawin.
Menurut sejumlah warga, abu Merapi pada akhir pekan lalu telah mencapai Sukabumi, Bandung, hingga Bogor. Khusus siang ini, aktivitas Merapi terlihat kalem, setelah mengamuk dahsyat 24 jam.
(nik/nrl)










































