"Debu vulkanik tak berhenti ke arah barat. Debu itu makin lama makin tebal kalau tidak dibersihkan sehingga bisa membahayakan rumah," Kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Sukhyar, kepada detikcom, Senin (8/11/2010).
Kepada warga yang rumahnya berjarak 20 km dari Merapi, diimbau untuk rajin membersihkan atap rumahnya. Bila ada endapan debu vulkanik di atap rumah, apalagi ada hujan namun tidak mampu mengguyur endapan itu, maka massa debu vulkanik akan semakin berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin pagi ini, Merapi masih terus meletus. Meski demikian kekuatannya tidak sedahsyat kemarin. Pihaknya mencatat, pukul 03.00 WIB Minggu (7/11) sampai dengan pukul 02.00 WIB Senin (8/11) tadi, letusan Merapi masih relatif dahsyat. Tinggi kolom asap letusan kemarin sampai 6.000 meter. Tapi secara perlahan ketinggian asap mulai menurun dan sekarang tingginya sekitar 2.000-an meter.
"Aktivitas dahsyat Merapi bisa dilihat dari dentumannya yang terdengar hingga 30-an kilometer di arah barat dan timur. Gemuruh itu mencerminkan aktivitas dahsyat. Bunyinya seperti jet. Itu karena ada laju keluar material," jelas Sukhyar.
Hingga kini material yang telah dimuntahkan Merapi diperkirakan telah lebih dari 100 juta meter kubik. Namun pihaknya belum dapat mengetahui, masih berapa lagi material yang masih dikandung oleh Merapi.
"Tim hari ini masih meneliti dan mengamati. Yang jelas jarak aman masih 20 km dari puncak Merapi," ucap Sukhyar.
(vit/nrl)











































