"Kemarin pukul 03.00 WIB sampai tadi pukul 02.00 WIB relatif dahsyat letusannya. Tinggi kolom asap letusan kemarin sampai 6.000 meter. Tapi secara perlahan mulai menurun dan sekarang tingginya sekitar 2.000-an," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Sukhyar, pada detikcom, Senin (8/11/2010).
Karena aktivitas dahsyat itu, dentuman Merapi sampai terdengar hingga jarak 30-an kilometer di arah barat dan timur. "Gemuruh itu mencerminkan aktivitas dahsyat. Bunyinya seperti jet. Itu karena ada laju keluar material," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim hari ini masih meneliti dan mengamati. Yang jelas jarak aman masih 20 km dari puncak Merapi," ucap Sukhyar.
Dibandingkan pada 26 Oktober silam, aktivitas Merapi jauh lebih tinggi. Namun pada Senin pagi ini, aktivitasnya sudah menurun jika dibandingkan pada 5 November lalu.
Dia menjelaskan, Merapi juga masih melontarkan material pijar di sekitar letusan. Debu vulkanik pun tidak berhenti mengarah ke barat. Luncuran awan panas maksimum mencapai 15 km, dan dominan ke arah selatan.
"Paling panjang ke Gendol karena kawahnya terbuka ke selatan," kata Sukhyar.
(vit/nrl)











































