"Kami akan beri santunan yang layak kepada ahli waris atau keluarganya dan penghargaan khusus atas jasanya," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri dalam siaran pers, Minggu (7/10/2010).
Salim juga menyampaikan bela sungkawa serta penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Tagana yang gugur dalam tugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada anggota Tagana yang lain, Salim berharap agar tetap bersemangat dan berhati-hati di lokasi berbahaya.
"Terutama menjaga komunikasi dan memakai perlengkapan yang memadai," tuturnya.
Salim juga sempat mengunjungi Selo, di sana berjumpa Tagana asal Jepara. Mereka, lanjut Salim, bertugas sejak hari pertama erupsi.
"Perjuangan 1.500 Tagana dari berbagai daerah untuk evakuasi, dapur umum,Β distribusi logistik sangat berat. Kami apresiasi mereka dan semua petugas, serta relawan," tutupnya.
Diketahui, empat relawan yang tewas bernama Ariatno, Samiyo, Supriyadi, dan Supriyanto. Jenazah Ariatno dan Samiyo sudah berhasil ditemukan dan kini berada di Rumah Sakit dr Sardjito, Sleman, Yogyakarta. Sedangkan jenazah Supriyadi dan Supriyanto belum bisa dievakuasi.
Keempat relawan itu tewas saat terjadi letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat pada Kamis 4 November malam hingga Jumat 5 November keesokan harinya. Mereka sedang bertugas untuk mengevakuasi penduduk di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.
(ndr/nwk)











































