"Tadi selama saya dalam perjalanan sekitar 14.30 WIB dari arah Salaman menuju Purworejo jarak pandang hanya 7 meter," ujar Hapsari, warga Salaman, kepada detikcom, Minggu (7/11/2010).
Hapsari mengatakan, banyaknya mobil yang melintas di sepanjang jalan raya dari arah Salaman menuju ke Purworejo mengakibatkan debu yang menebal di aspal berterbangan. Padahal jarak jalan tersebut dari puncak Merapi mencapai 45 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bus dan mobil jadi berjalan pelan karena jarak pandang yang pendek ditambah kaca bagian depan yang penuh debu," jelasnya.
Untuk kondisi di Purworejo sendiri saat ini hujan abu sudah tidak ada lagi. Namun cuaca di sekitarnya sangat mendung tetapi bukan arena tertutup abu vulkanik, melainkan sepertinya akan turun hujan.
"Hanya mendung, kalau debu udah mulai nggak ada lagi, karena sudah dibersihkan. Dan tidak ada juag suara gemuruh-gemuruh Merapi yang terdengar, " katanya.
Membersihkan debu vulkanik bukan perkara gampang. Abu yang menempel di mobil sebaiknya tidak langsung dilap karena material abu bisa menggores.
(lia/nrl)










































