dan panitia penyelenggara haji agar melaksanakan salat ghaib untuk korban bencana di Tanah Air.
“Salat ghaib kami imbau dilaksanakaan untuk mendoakan para korban dan keluarga agar
diberi kekuatan dan kesabaran,” ujar Amirull Hajj Suryadharama Ali di sela kunjungannya di Madinah.
Selain jamaah haji, melalui pesan singkatnya, Minggu (7/11/2010), Menag juga meminta
para petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Makkah, Madinah, dan Jeddah agar melaksanakan salat ghaib berjamaah di masing-masing daerah kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syairozy akan menindaklanjuti imbauan Menag tersebut melalui surat dan lisan kepada
seluruh Kadaker. Sosialisasi salat ghaib kepada para jamaah haji juga dilakukan melalui ketua kloter, ketua rombongan dan para petugas Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH).
Salat ghaib akan dilaksanakan di pelataran kantor Teknis Urusan Haji Jeddah. Syairozy juga meminta kepada para jamaah haii agar turut mendoakan saudara-saudaranya di tanah air yang tertimpa bencana alam.
“Kami turut berbelasungkawa dan berdoa agar para korban dan keluarganya bisa diberi
kesabaran,” ujarnya.
Salat ghaib dan doa dianjurkan agar dilakukan di tempat-tempat dimana doa biasa dikabulkan (ijabah). Di Masjidil Haram Mekkah doa bisa dipanjatkan di Multazam. Sementara di Masjidil Nabawi doa dan salat bisa dilakukan di Raudhah.
Bencana alam seolah tiada henti menimpa Indonesia, mulai dari banjir Wasior, gempa
bumi disertai tsunami di Mentawai dan meletusnya gunung Merapi.
(iy/nrl)










































