Masker berstandar keselamatan itu wajib dipakai ribuan anggota polisi yang tersebar di tiga wilayah daerah rawan bencana letusan Merapi yaitu Polres Magelang (600 anggota), Polres Klaten (300 anggota) dan Polres Boyolali (350 anggota).
"Ini untuk menjaga kondisi mereka suapaya tetap terjaga kesehatanya,” tegas Edward Aritonang usai memimpin apel siaga tanggap bencana letusan Merapi. di Mapolres Magelang, Jl Gatot Soebroto, Minggu (7/11/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Amankan tempat pengungsian, kita bangun posko di setiap pengungsian. Memang belum nyaman, paling tidak bisa aman,” tegas Edward.
Edward mencontohkan, di Klaten polisi telah berhasil mengamankan harta benda yang ditinggalkan seperti sepeda motor sebanyak 450 sepeda motor dan ribuan hewan ternak.
“Setelah kita amankan di beberapa titik, nanti akan kita berikan kembali kepada pemiliknya,” tegas Edward.
Paksa Pengungsi Turun
Edward juga memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk mengamankan titik radius selamat yang saat ini berada pada radius 20 kilometer.
“Kita akan menjaga dan mendirikan portal daerah rawan. Yang tidak berhak dan tidak mempunyai izin naik ke atas supaya turun. Kalau perlu kita paksa,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan jika ada yang memaksa dan menerobos untuk masuk ke radius berbahaya, maka tugas patroli motor trail untuk memaksa turun.
“Selain itu saya juga berpesan kepada teman-teman wartawan supaya berhati-hati dan tidak gegabah. Sudah ada contohnya saat di Sleman wartawan ikut tewas karena keganasan awan panas akibat dari erupsi Merapi,” pesannya.
Edward menambahkan, setiap Polsek akan disediakan fasilitas itu sebanyak 10 sepeda motor trail. Termasuk menjaga setiap aliran sungai agar tidak ada warga yang mendekat dengan batas radius dari tepi sungai sejauh 100 meter.
(lrn/lrn)











































