"Saya kembali ke rumah sebentar mau mengambil gabah untuk digilingkan, sebagai tambahan makan untuk di pengungsian. Tapi karena kita lihat kali sudah dipenuhi lumpur, akhirnya kita turun kembali," ujar Nora, warga Sawang, Magelang, Minggu (7/11/2010).
Nora juga mengatakan, lahar dingin yang mengalir di kali tersebut cukup deras. Terlihat batu-batu besar ikut tersapu oleh derasnya air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali Senowo ini sendiri berada di radius 7 Km dari puncak Merapi. Meskipun sebelumnya letusan pada Jumat (5/11) lalu kembali terjadi, lahar dingin belum mencapai kali ini.
"Baru hari ini ada aliran lahar itu," tambah Nora.
Petugas Satkorlak juga mengatakan, saat ini hujan deras tengah mengguyur puncak Merapi. Sehingga kemungkinan besar lahar dingin yang akan mengalir bertambah deras.
"Di atas lagi hujan deras, kemungkinan lahar dingin yang mengalir akan bertambah deras," katanya.
Aliran lahar tersebut membuat warga yang sempat kembali ke rumahnya panik. Mereka terlihat berlari-lari meninggalkan kawasan Kali Senowo yang saat ini dalam keadaan gerimis.
Beberapa petugas Brimob yang berjaga disekitar desa tersebut sudah berusaha menghalau warga yang tetap bersikeras ingin melihat rumahnya. Namun dengan alasan hanya sebentar warga nekat berangkat.
Banjir lahar dingin merupakan ancaman paling berbahaya selain awan panas Merapi. Banjir lahar memiliki daya dobrak luar biasa yang mampu merusak infrastruktur seperti perumahan, jalan, dsb.
(lia/nrl)











































