Guyon, Bayi Mau Jadi Menteri Agama

Laporan dari Arab Saudi

Guyon, Bayi Mau Jadi Menteri Agama

- detikNews
Minggu, 07 Nov 2010 07:42 WIB
Madinah - Ada guyonan dari kunjungan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menengok bayi yang dilahirkan jamaah calon haji asal Mataram, Fitri Prihartini Tohri. Si bayi, katanya, dilahirkan di Madinah agar kelak bisa menjadi menteri agama.

"Bayinya lahir di Madinah karena mau jadi menteri agama, ya bu?" celetuk Nakib Amirul Haj, Hasyim Muzadi.

Saat itu Hasyim mendampingi Menteri Agama yang juga sekaligus menjadi Amirul Haj menengok Fitri di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jumat (5/11/2010).  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Celetukan Hasyim kontan disambut gergeran para tamu yang menegok Fitri. Tapi kemudian tamu pun menjawab pernyataan Hasyim dengan amin, amin.

Sementara Fitri tampak tersipu-sipu. Ibu berusia 28 tahun itu yang biasanya bungkam dan menolak bertemu wartawan, kala itu terlihat bahagia. Ia gembira bayi yang dilahirkannya dijenguk Menteri Agama.

"Saya bahagia ditengok Pak Menag," kata Fitri.

Menag pun bertanya pada Fitri kenapa bisa dalam kondisi hamil lolos naik haji. Fitri yang mendapatkan pertanyaan itu hanya tersenyum.

"Waktu daftar nggak hamil bu ya, tapi waktu mau berangkat hamil," kata Menag yang lagi-lagi membuat para tamu tersenyum.

Fitri menyahuti pernyataan itu dengan berkata ia mendaftar haji saat belum menikah maka itu pula sang suami tidak bisa menyertainya saat berhaji.

Menag lantas menyarankan Fitri mengubah sedikit nama bayinya. Awalnya bayi Fitri diberi nama Muhammad Shafa Al Madina Syahlan. Tapi atas usul Menag namanya diubah menjadi Muhammad Shafa Al Madani.

"Jangan Al Madina, inikan bayi laki-laki, Al Madani saja," kata Menag.
 
Sementara Hasyim menyatakan Fitri tidak bisa melakukan hajinya sendiri karena sedang punya bayi. Ia disarankan agar menggunakan badal atau pengganti haji.

"Pakai badal haji, gitu saja bu," kata Hasyim.

Badal haji, jelas Hasyim, tidak hanya digunakan untuk menghajikan orang yang sudah meninggal, tapi juga untuk orang dalam kondisi tertentu seperti terbatas secara kesehatan.

Bayi Fitri banyak disebut dengan bercanda  sebagai haji termuda karena lahir di tanah suci saat ibunya sedang berhaji. Mengenai candaan itu, Hasyim berpendapat bayi tersebut tidak bisa disebut haji termuda dalam arti sebenarnya.

"Salah satu syarat naik haji itu harus akhil baliq, dia kan belum. Jadi ya belum bisa disebut haji," jelas Hasyim.

Meski menengok Fitri, Menag menginginkan kasus serupa Fitri tidak terulang. "Insya Allah tahun ini dari 220 ribu jamaah haji, hanya satu yang seperti itu," kata Menag.

(iy/rdf)


Berita Terkait