Kunjungi Posko Maguwoharjo, JK Minta Para Relawan Kenakan Seragam

Merapi Terus Meletus

Kunjungi Posko Maguwoharjo, JK Minta Para Relawan Kenakan Seragam

- detikNews
Sabtu, 06 Nov 2010 17:12 WIB
Kunjungi Posko Maguwoharjo, JK Minta Para Relawan Kenakan Seragam
Sleman - Memantau penanganan pengungsi Merapi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla terjun langsung ke posko utama Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY. Dalam kunjungannya, JK memberikan instruksi kepada relawan PMI dan meminta relawan untuk mengenakan seragam agar mudah dibedakan.

Saat menyambangi Posko Maguwoharjo, JK menyempatkan diri untuk mengunjungi Posko PMI yang berada di sayap selatan stadion. Dia memberikan sejumlah instruksi kepada para relawan yang ada di lokasi.

"Relawan pakai seragam biar jelas, mana yang ngasih, mana yang minta," ujar JK kepada para relawan di posko PMI di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY, Jumat (6/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Wakil Presiden RI ini juga meminta para relawan untuk memperluas gudang yang digunakan untuk menampung bantuan. "Mohon gudang satu lagi, ini sudah tidak muat. Kita ambil dua truk kontainer," instruksi JK kepada para relawan.

Dia pun menanyakan soal ketersediaan kontainer untuk menampung bantuan kepada salah satu relawan. Namun relawan tersebut menjawab, pihaknya memiliki kontainer di wilayah Sentul. Bagi JK, letak kontainer tersebut terlampau jauh.

"Wah kejauhan, yang di sini ada tidak? Biasanya eksportir furniture punya tuh. Saya minta gudang ditambah agar pembagian bantuan makanan mudah, antara makanan dan non makanan bisa dipisahkan," jelas JK kepada para relawan.

JK yang mengenakan baju warna biru tua berlogo PMI ini, menilai fasilitas tempat pengungsian masih kurang memadai. Namun demikian, bagi kebutuhan dasar sudah terpenuhi.

"Kalau kebutuhan dasar, seperti makanan dan obat, sudah terpenuhi. Cuma tempatnya saja, kalau sehari dua hari pengungsi senang-senang saja, tapi kalau seminggu terlalu susah. Yang kita gembira partisipasi masyarakat juga tinggi," tuturnya.

Dia pun meminta para pengungsi untuk dipecah lokasinya demi mengurangi kepadatan di satu posko. "Ini kondisi pengungsi sudah overload. Bisa dipecah, ke UGM atau UNY. Di sini rentan kalau ada kebakaran atau gempa. Orangnya 30 ribu, kalau ada bahaya kan exit-nya sulit. Belum lagi air dan sanitasi," ujar JK.

Kepada wartawan di lokasi, JK menuturkan, PMI selalu berusaha melakukan yang terbaik bagi para pengungsi. Namun, dia mengakui pelayanan tersebut memang belum sempurna.

"PMI sudah melakukan evakuasi, memberikan makanan, logistik. Kesehatan mereka kita fasilitasi. Tapi begitu banyak orang jadi belum sempurna," terangnya.

Usai meninjau para pengungsi dan relawan, JK pun meninggalkan posko Maguwoharjo dengan menumpang mobil Toyota Fortuner warna hitam dengan nopol H 7421 CF.

(nvc/gah)


Berita Terkait