Sebelum Dibeli Pemerintah, Sapi Warga akan Didata Dulu

Sebelum Dibeli Pemerintah, Sapi Warga akan Didata Dulu

- detikNews
Sabtu, 06 Nov 2010 14:35 WIB
Sebelum Dibeli Pemerintah, Sapi Warga akan Didata Dulu
Jakarta - Pemerintah berencana akan membeli sapi-sapi ternak milik warga korban letusan Gunung Merapi. Namun sebelum membeli, pemerintah terlebih dahulu mendata sapi-sapi ternak warga dan baru membelinya.

"Melakukan pendataan. Pendataan ini perlu dikaji secara betul agar benar-benar sapi yang diganti itu adalah sapi korban erupsi Gunung Merapi bukan sapi milik orang lain agar tidak salah sasaran," kata Menko Kesra Agung Laksono di Gedung Agung, Jl Malioboro,Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

Menurut Agung, Mentan Suswono sendiri pagi tadi sudah menggelar rapat dengan jajarannya untuk membahas mengenai pembelian sapi-sapi ternak warga ini. Gubernur DIY Sultan HB X, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, dan 4 Kabupaten yang mengelilingi Gunung Merapi sudah diinstruksikan untuk melakukan persiapan-persiapan mengenai hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah instruksikan dua gubernur dan 4 kabupaten yakni Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten agar melakukan persiapan," pintanya.

Agung mengatakan, pembelian sapi ternak ini pun akan dilakukan secara transparan. Pembelian sapi ternak ini dilakukan untuk membantu menentramkan warga yang ada di pengungsian. Karena selama ini pengungsi selalu gelisah ternaknya di atas.

"Ya kita ketahuilah saat ini jarak aman telah diperpanjang dari 15 Km menjadi 20 Km," jelasnya.

Agung menambahkan pemerintah juga akan membeli sapi-sapi ternak warga itu dengan harga yang layak. Pembelian dilakukan dengan menggunakan standar khusus. Tapi standar khusus ini masih dibahas oleh Mentan.

"Yang jelas harga yang tidak merugikan. Kita ambil harga yang sesuai dengan harga ada," ungkapnya.

Untuk penggantian sapi-sapi ternak warga yang sudah mati terkena semburan awan panas, Agung tidak dapat memastikan. Namun Agung berjanji penggantian itu akan diupayakan sebisa mungkin.

"Ya nggak (pasti diganti). Kami usahakan. Yang jelas itu ada indeksnya. Kalau memang kami akan melakukan penggantian," cetusnya.

(gus/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads