"Sampai pukul 11.00 WIB, jumlah jenazah bencana Merapi sebanyak 81 orang," ujar seorang petugas penerimaan jenazah Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda DIY, Sigit, kepada detikcom di RS Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).
Dari jumlah tersebut, 43 jenazah berjenis kelamin laki-laki dan 38 jenazah berjenis kelamin perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data forensik yang ditempel di sekitar RS Sardjito, dari 81 jenazah baru sebanyak 11 jenazah yang berhasil diidentifikasi. Berikut nama-namanya:
1. Asrory (26), laki-laki, asal Purwosari, Puring, Kebumen.
2. Septiani Nur Rahma Putri (20) perempuan, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
3. Nyonya Suroto, perempuan, asal Cangkringan, Sleman.
4. Edi Hantoro (28), laki-laki, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
5. Ponco Kardi (59), laki-laki, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
6. Suroso (30), laki-laki, asal Cangkringan, Sleman.
7. Faif Adi Saputro (16-20), laki-laki, asal Plumbon, Sleman.
8. Yeni Fatimah Ekasari (20), perempuan, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
9. Ruslani (29), asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
10.Prawiro Misih M, asal Wukirsari, Cangkringan, Sleman.
11.Srono Paino (70), laki-laki, asal Wukirsari, Cangkringan, Sleman.
Sementara itu, pantauan detikcom, suasana di depan ruang forensik RS Sardjito siang ini tampak ramai orang. Sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang yang berusaha mencari anggota keluarganya yang menjadi korban.
Selain korban tewas, RS Sardjito juga merawat korban luka-luka akibat awan panas Merapi. Dari total sebanyak 111 korban luka, sebanyak 7 orang telah diperbolehkan pulang. Sedangkan sisanya sebanyak 104 orang masih menjalani perawatan. (nvc/gah)











































