DPR Ingin 100 Persen Pengangkutan Haji Pakai Garuda

Laporan dari Arab Saudi

DPR Ingin 100 Persen Pengangkutan Haji Pakai Garuda

- detikNews
Sabtu, 06 Nov 2010 11:46 WIB
 DPR Ingin 100 Persen Pengangkutan Haji Pakai Garuda
Jakarta - Komisi VIII DPR memiliki tiga rekomendasi terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun 2010. Salah satunya DPR merekomendasikan agar pengangkutan jamaah haji 100 persen menggunakan maskapai Garuda Indonesia Airlines.

"Kalau kita bisa pakai Garuda 100 persen, kenapa tidak?" kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Chairunnisa, usai melakukan pertemuan dengan Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib di Kantor Haji Indonesia Madinah, Jumat (5/11/2010). Chairunnisa juga menjabat sebagai ketua delegasi tim pengawasan haji yang melakukan pemantauan di Tanah Suci.

Usul pengangkutan jamaah 100 persen dengan Garuda terkait seringnya Saudi Arabian Airlines terlambat memberangkatkan jamaah. Selama gelombang I pemberangkatan haji, Saudi Arabian telah lima kali delay dalam waktu yang sangat lama bahkan ada yang sampai 12 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterlambatan yang dilakukan Saudi Airlines, dinilai sangat merugikan jamaah dan mempengaruhi penempatan jamaah haji di Madinah.

Selain penerbangan, Komisi VIII DPR mempunyai dua rekomendasi lainnya soal majmuah (konsorsium pengusaha hotel) dan katering. Dari pengawasan yang dilakukan Komisi VIII, diketahui ada majmuah yang tidak menempatkan jamaah sesuai jadwal waktunya sehingga mengakibatkan jamaah terlantar berjam-jam di bandara dan terminal Madinah.

"Kita rekomendasikan ya tahun depan majmuah tersebut jangan dipakai lagi," kata Chairunnisa.

Masalah katering yang menyebabkan sekitar 100 jamaah diare, Komisi VIII merekomendasikan agar dilakukan evaluasi. "Nanti setelah selesai haji, kita evaluasi agar ada reward and punishment terhadap katering tersebut," ujar politisi Golkar tersebut.

Tanggapan Miring

Chairunnisa pada kesempatan itu juga menyatakan Komisi VIII DPR memiliki niat baik dalam melakukan tugas pengawasan pelaksanaan ibadah haji. Bila ada tanggapan miring, masyarakat dipersilakan saja menilainya.

"Tanggapan miring itu ya bagaimana ya? Ya itu hak orang menanggapinya. Tapi kami memang niat lillahitaala, tidak ada niat yang lain. Kami ke sini sesuai fungsi dan tugas kami sebagai anggota DPR," jelas Chairunnisa.

Kunjungan anggota Komisi VIII ke tanah suci menuai kritik dan tanggapan miring karena membawa serta anggota keluarga seperti suami, istri atau adik. DPR juga dinilai tidak memiliki empati sosial karena tidak memprioritaskan kegiatan di tanah air terlebih dengan banyaknya bencana.

(iy/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads