"Mulai pukul 06.00 WIB hingga besok pukul 05.59 WIB kita tutup satu hari full," ujar salah satu sumber di Bandara Adisutjipto kepada detikcom, Sabtu (06/11/2010).
Menurut dia, Merapi meletup vertikal pagi ini dan sulit diprediksi arah letupannya. Oleh karena itu bandara belum bisa dibuka untuk menjamin keselamatan penerbangan,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandara Adisutjipto, lanjut dia, akan dibuka dengan melihat perkembangan keesokan harinya. "Melihat situasi seperti ini sulit diprediksi kapan bandara akan dibuka," imbuh dia.
Pihaknya juga harus berbenah akibat adanya debu dan kerikil dari abu Merapi yang mengenai landasan bandara. Bahkan akibat hujan yang mengguyur pada Jumat (05/11), maka landasan dipenuhi lumpur.
"Makanya harus kita bersihkan landasan sepanjang 300 meter x 45 meter, 200 meter x 45 meter," tutup dia.
Sebelumnya, pada Jumat (5/11), Bandara Adisutjipto Yogyakarta ditutup mulai pukul 06.00-09.00 WIB. Kemudian penutupan diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB. Hingga akhirnya, bandara tersebut tutup hingga waktu yang belum bisa dipastikan.
Abu vulkanik Merapi berbahaya bagi penerbangan. Selain mengganggu jarak pandang, jika masuk mesin maka akan membuat mesin mati mendadak. Kemenhub telah mengeluarkan instruksi agar penerbangan ke timur Pulau Jawa dilakukan dengan cara mengambil rute yang lebih jauh, yaitu lewat utara dan selatan.
(nik/gah)










































