Hingga pukul 07.25 WIB, abu Merapi tipis masih turun dan menyelimuti Kota Solo. Sejak terbit hingga saat ini sinar matahari juga belum bisa muncul sempurna karena terhalang kabut debu di udara.
Kondisi tersebut membuat para pengendara kendaraan, terutama kendaraan roda dua, menggunaka masker penutup hidung. Bahkan tidak sedikit yang mengenakan pelindung mata berupa kaca mata hitam meskipun masih pagi dan cuaca tidak terik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jelas siapa yang pertama kali mengirim SMS tersebut, tak jelas juga tentang kebenarannya. Namun demikian banyak warga yang mengapresiasi baik keberadaan SMS berantai itu. Mereka menilai SMS itu bukan meresahkan atau menakut-nakuti, tetapi memberitahukan sesuatu cukup penting untuk diperhatikan.
"Semula saya kira abu vulkanik sama seperti abu biasa. Tapi setelah mengetahui dari SMS itu, saya jadi sadar bahwa jauh lebih berbahaya," ujar Hartati Kusumasari, warga Solo.
(mbr/anw)











































