Beberapa penumpang menjerit-jerit, sedangkan awak kabin berteriak "krisis!" dan memerintahkan semua orang untuk berada di tempat duduk dan mengumumkan pesawat terpaksa akan mendarat di Bandara Changi.
"Ini sangat menakutkan," kata wisatawan asal Swedia Lisa Ogden (28) seperti dilansir AFP, Sabtu (6/11/2010).
"Sebuah mesin di sayap meledak. Itu tampak seperti kembang api," katanya kepada wartawan setelah mendarat di Bandara Changi.
Beberapa penumpang lainnya juga ada yang berteriak ketakutan. 'Lebih baik kita balik mendarat lagi," teriak salah satu penumpang seperti diceritakan Lisa.
Penumpang lain asal Singapura Terence Sim juga mengatakan dirinya melihat beberapa percikan api dari mesin pesawat. "Kita bisa melihat beberapa api keluar dari mesin," kata Terence.
"Kita bisa melihat cukup jelas api keluar dari mesin," ujar warga Australia Andrew Jenkins (43).
Pesawat jenis Boeing 747-400 tujuan Singapura-Sydney dengan nomor penerbangan QF6 ini mengangkut 412 penumpang. Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Changi tanpa insiden.
Insiden pendaratan darurat oleh Qantas Airlines ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya Qantas juga melakukan pendaratan darurat di bandara yang sama.
Pada Kamis (4/11/2010) kemarin, pesawat jenis Airbus A380 yang juga milik Qantas Airlines melakukan pendaratan darurat secara dramatis di Singapura setelah beberapa menit usai take off salah satu mesin pesawat meledak.
Dalam insiden Qantas kemarin, pesawat A380 bertujuan Sydney mengalami ledakan pada salah satu mesinnya. Pilot pun memutuskan mendarat darurat di Bandara Changi, Singapura setelah sebelumnya sempat berputar-putar di atas wilayah Batam untuk membuang bahan bakar yang masih penuh. Serpihan-serpihan akibat ledakan ditemukan warga di wilayah Batam Center.
Pesawat berhasil tiba dengan selamat tanpa adanya korban luka. Namun drama itu telah menimbulkan pertanyaan akan keselamatan pesawat bertingkat A380 yang baru tiga tahun beroperasi itu.
Perusahaan Rolls-Royce menyerukan maskapai-maskapai untuk melakukan "pemeriksaan pencegahan dasar" pada mesin-mesin Trent 900 buatannya setelah insiden itu. Saat ini sekitar 37 pesawat raksasa A380 digunakan oleh sejumlah maskapai di dunia.
(anw/anw)











































