Seperti dilansir AFP, Jumat (5/11/2010) malam, pesawat jenis Boeing 747-400 tujuan Singapura-Sydney dengan nomor penerbangan QF6 ini mengangkut 412 penumpang. Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Changi tanpa insiden.
"Tak lama setelah lepas landas pilot mengalami masalah dengan salah satu mesin," kata juru bicara Qantas seperti dilansir AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situs Bandara Changi disebutkan, pesawat berangkat dari Singapura menuju Sydney pada pukul 19.55 waktu Singapura. Ini adalah insiden kedua kalinya Qantas dalam dua hari berturut-turut.
Pada Kamis (4/11/2010) kemarin, pesawat jenis Airbus A380 yang juga milik Qantas Airlines melakukan pendaratan darurat secara dramatis di Singapura setelah beberapa menit usai take off salah satu mesin pesawat meledak.
Dalam insiden Qantas kemarin, pesawat A380 bertujuan Sydney mengalami ledakan pada salah satu mesinnya. Pilot pun memutuskan mendarat darurat di Bandara Changi, Singapura setelah sebelumnya sempat berputar-putar di atas wilayah Batam untuk membuang bahan bakar yang masih penuh. Serpihan-serpihan akibat ledakan ditemukan warga di wilayah Batam Center.
Pesawat berhasil tiba dengan selamat tanpa adanya korban luka. Namun drama itu telah menimbulkan pertanyaan akan keselamatan pesawat bertingkat A380 yang baru tiga tahun beroperasi itu.
Perusahaan Rolls-Royce menyerukan maskapai-maskapai untuk melakukan "pemeriksaan pencegahan dasar" pada mesin-mesin Trent 900 buatannya setelah insiden itu. Saat ini sekitar 37 pesawat raksasa A380 digunakan oleh sejumlah maskapai di dunia.
(anw/anw)











































