"Saya tinggal di pinggir Code. Alhamdulillah saat ini debit air di kali code yang bercampur dengan lahar dingin sudah mulai menurun," kata Agung K Wibowo, warga Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010) pukul 20.15 WIB.
Dijelaskan dia, rumahnya berjarak sekitar 70 meter dari Kali Code. Kondisi kali tersebut bisa dilihat dari rumahnya.
"Tadi siang, air sudah mencapai bibir kali. Tapi sekarang sudah jauh menurun hingga sekitar 50 cm," sambung Agung.
Ditambahkan dia, beberapa tetangganya sudah mulai meninggalkan rumah karena takut terkena luapan lahar dingin yang mengalir di Kali Code. Meski demikian masih banyak pula warga yang bertahan. Bahkan warga yang rumahnya berjarak kurang dari 10 meter dari kali pun masih bertahan.
"Di dekat kali, ada rumah yang berjajar sekitar 500 meter. Penghuninya masih banyak yang tinggal di rumah itu," jelas Agung.
Agung mengaku masih memantau kali hingga 1-2 jam ke depan. Apabila terjadi kenaikan debit air, dia bersama ibu dan kerabatnya akan segera meninggalkan rumah.
Dikatakan Agung, beberapa waktu lalu ada pengumuman dari masjid di dekat rumahnya yang mengimbau warga agar tetap waspada. "Diumumkan, kalau mau mengungsi diminta pergi ke Gedung Bimo, di Kotabaru," ucapnya.
Gedung tersebut berada sekitar 3-4 km dari kediamannya. Sebenarnya gedung itu juga terletak tidak terlalu jauh dari Kali Code. Hanya saja, gedung berada di dataran yang cukup tinggi, sekitar 4-5 meter di atas Kali Code.
(vit/asy)











































