Demikian disampaikan oleh anak perempuan Ponimin, Lia Hatifah (24) saat dihubungi detikcom, Jumat (5/11/2010). Saat detikcom mencoba menghubungi nomor ponsel Mbah Ponimin, ternyata yang mengangkat adalah anaknya.
Kepada detikcom, Lia mengaku tidak tahu keberadaan kedua orang tuanya hingga kini. Dia menuturkan, pada Kamis (4/11) pukul 23.00 WIB, Mbah Ponimin dan istrinya, Yati, pergi meninggalkan kediaman Dr Anna Ratih Wardani di Dusun Ngentak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, yang menjadi tempat pengungsian keluarga Ponimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lia mengaku tidak mengetahui secara pasti kemana kedua orang tuanya tersebut pergi. Yang jelas baik Ponimin dan istrinya pergi meninggalkan rumah dengan berjalan kaki. Kaki Ponimin yang sempat mengalami luka bakar, menurut Lia, sudah sembuh dan bisa digunakan untuk berjalan normal.
"Kita enggak tahu kemana. Tapi enggak diantar siapa-siapa. Hanya berdua. Jalan kaki," terang Lia.
Hingga kini, Lia beserta suami dan adiknya yang masih berusia 6 tahun masih menumpang di rumah Dr Anna. Dia pun tidak mengetahui kapan Ponimin dan istrinya kembali pulang ke rumah, karena sama sekali tidak ada komunikasi antara dirinya dengan kedua orang tuanya tersebut.
"Belum (ada komunikasi), wong HP semua ditinggal. Enggak tahu kapan pulangnya," tandasnya.
(nvc/anw)











































