Penumpang KA Tujuan Yogyakarta Dibagi Masker Gratis

Penumpang KA Tujuan Yogyakarta Dibagi Masker Gratis

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 18:02 WIB
Jakarta - Kondisi udara di Yogyakarta yang dipenuhi abu vulkanik Merapi membuat masyarakat dianjurkan untuk mengenakan masker kala bepergian. PT KA pun memberikan masker gratis untuk penumpang kereta api (KA) tujuan Yogyakarta.

Untuk yang dari arah barat, masker tersebut dibagikan ketika perjalanan kereta telah menginjak stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah. Masker ini dibagikan untuk semua kelas baik ekonomi, eksekutif dan bisnis.

Pembagian masker gratis ini baru dilakukan pada hari ini. Para penumpang sendiri tampak antusias dengan pembagian penutup mulut ini.

Pada kereta api Argo Dwipangga jurusan Gambir- Solobalapan  misalnya, para penumpang yang kebanyakan belum ke Yogyakarta pada saat gunung Merapi menggeliat, merasa bersyukur. Pasalnya sebagian besar dari mereka tidak siap sedia membawa masker.

"Wah cocok ini, makasih pak. Kita juga ga kepikiran bawa," ujar salah seorang penumpang bernama Heru kepada petugas kereta api yang membagikan masker, Jumat (5/11/2010).

"Sama-sama pak. Silakan dipakai ketika sudah turun dari kereta," balas pegawai tersebut.

Meski begitu banyak dari penumpang yang sudah mengenakan masker meski perjalanan menuju Yogyakarta masih satu jam lagi. Mereka tampak enjoy saja menggunakan penutup mulut sambil tidur atau membaca buku.

Pihak PT KA memberikan pelayanan pembagian masker gratis ini agar para penumpang dapat langsung siap menghadapi kondisi udara kota Yogyakarta yang tengah tidak kondusif.

"Mulai hari ini jumlah gerbong akan dimaksimalkan. Lalu untuk para penumpang akan diberikan masker gratis," ujar Humas Daops VI PT KA, Eko Budianto, di Stasiun Tugu, Yogyakarta pada waktu terpisah.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas gunung Merapi yang telah meletus pada 26 Oktober silam sampai saat ini belum juga menurun intensitasnya. Malahan gunung teraktif di Indonesia ini meletus dahsyat pada Kamis (4/11/201) malam yang letusannya lebih besar dari sebelumnya.

Sejumlah pengungsi yang sudah berada di pengungsian juga terkena imbasnya. Zona aman yang sebelumnya sejauh 15 Km dari titik puncak pun diperjauh menjadi 20 Km.

(fjr/asy)


Berita Terkait