"Saya ingin mengajak hadirin, untuk mengingat saudara-saudara kita di belahan lain, di daerah lain yang tertimpa bencana," kata Boediono di Kantor Bupati Maluku Tenggara Barat, saat akan meresmikan proyek kementerian di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Jumat (5/11/2010).
Boediono dan para hadirin dalam acara itu pun lalu berdiri dan mengheningkan cipta selama 5 menit. Turut hadirin berdiri bersama Boediono adalah Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Kelautan Fadel Muhammad, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Boediono diberikan gelar adat oleh warga setempat. Gelar adat itu adalah Mel Ratan Kentnebar Baratan yang artinya 'bangsawan luhur atau tertinggi, yang dituakan dan datang dari barat'.
Boediono pun dipakaikan baju adat dengan ikat kepala burung cendrawasih. Dia pun disuguhi tari adat di rumah bupati. Nama Boediono pun diabadikan menjadi nama jalan di Saumlaki yang menuju Bandara Baru Woplulu.
(fay/asy)










































