Keterangan ini disampaikan oleh Plt Direktur RSU Muntilan drg Heny Listiani MKes kepada detikcom Jumat (05/11/2010) saat ditemui di halaman RSUD Magelang. Henny mengatakan atap dua bangsal rumah sakit itu roboh karena tidak sanggup menopang beban berat hujan abu vulkanik dan pasir letusan Merapi.
"Bayangkan saja, ketebalan abu vulkanik itu hingga mencapai dua centimeter. Sementara bangunan atap rumah sakit sudah belasan tahun," tegas Heny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henny menyatakan ke-48 pasien yang dirawat di tempat itu adalah pasien yang merupakan pengungsi Merapi dan dirujuk ke dua rumah sakit yaitu RSU Tidar dan RST Soejono Kota Magelang. "Untuk jenis penyakitnya, karena post stroke, patah tulang, prostat dan masa rehabilitasi pasca operasi," tegas Henny.
Sri Hastuti, salah satu perawat di Bangsal Flamboyan menjelaskan atap plafon itu roboh sekitar pukul 14.00 WIB. "Tidak ada tanda-tanda tiba-tiba saja kami dengar suara gaduh dan pasien berteriak minta tolong. Setelah kami datangi, salah satu pasien tertimpa plafon yang jatuh dari atas," tegas Sri Hastuti.
(asy/asy)











































