Di Klaten, ada beberapa tempat yang dipakai untuk mengevakuasi pengungsi di dalam kota, di antaranya adalah pendopo kabupaten berserta kantor-kantor di kompleks Pemkab, gedung DPRD, dan gedung sekolah.
Karena banyaknya pengungsi, tak semua mendapat tempat di dalam ruangan yang bisa melindungi mereka dari hujan air maupun hujan abu yang melanda salah satu kota terdekat dengan Merapi tersebut. Khusus untuk ibu-ibu dan anak-anak balita ditempatkan di dalam ruangan komisi gedung DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak hari ini, tiga barak pengungsian di Desa Bawukan, Desa Dompol, dan Desa Keputran, yang semula digunakan untuk menampung pengungsi, telah ditutup. Kawasan yang semula berada di kawasan yang dinyatakan aman itu, harus ditutup karena dinyatakan tidak lagi aman karena kawasan rawan bencana telah diperluas terkait aktivitas Merapi.
(mbr/lrn)











































