"Sementara ini belum ada yang berubah. Kita terus komunikasikan segala kemungkinan," kata Teuku Faizasyah, staf khusus presiden bidang hubungan internasional.
Faiz yang dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jumat (5/11/2010), menjelaskan, upaya komunikasi dibangun dengan Kedubes AS dan Austria. Situasi terkini pascaletusan Merapi tak luput jadi bahan pembahasan buat memastikan jadwal dan agenda kunjungan kenegaraan yang telah ditetapkan untuk 9 Nopember mendatang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung keputusan Presiden SBY berkantor di Yogyakarta buat memimpin dan memantau secara langsung tanggap darurat, bisa jadi akan berpengaruh pada dua jadwal kunjungan kenegaraan. Tapi besar harapan tidak sampai berbuntut pada penundaan yang ke sekian kali.
"Situasi ini sangat tidak lazim, ya perlu ada kontigensinya. Semoga dua hari ke perkembangannya (tanggap darurat letusan Merapi -red) baik," imbuh Faiz.
(lh/lrn)










































