"Sudah lebih dari 1.000, hampir 2.000 bahkan," kata Ketua PMI Jusuf Kalla di Markas PMI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/11/2010).
Menurut JK, SK tentang bencana nasional bukan hal yang relevan. Karena yang penting adalah mengatasi bencana secara bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengakui, di saat kondisi Merapi yang tidak pasti seperti sekarang ini, jumlah pengungsi akan terus bertambah. Karena itu PMI pun terus mengirimkan bantuan. "Tentara juga turun, beberapa batalyon membuat dapur umum. Truk-truknya mengirim bantuan," ucap JK.
Ditambahkan JK, saat ini yang dibutuhkan pengungsi adalah bahan-bahan pokok seperti makanan, tenda, air, dan juga kebutuhan kesehatan.
Di PMI, hari ini sejumlah lembaga memberikan bantuan untuk korban bencana di Tanah Air. Misalnya saja Bank NISP yang menyerahkan Rp 400 juta untuk korban letusan Merapi. Perusahaan farmasi Pfizer juga mengirimkan bantuan masker dan obat-obatan senilai Rp 200 juta. Pfizer pun akan mengadakan kegiatan donor darah yang ditujukan bagi pengngsi Merapi.
PBNU pun tak ketinggalan mengirimkan bantuan. Namun bantuan yang dikirim lewat PMI ini dikhususkan untuk pengungsi Mentawai. Rp 25 juta diberikan PBNU kepada korban tsunami di Mentawai karena PBNU mengalami kesulitan menembus medan Mentawai. Sedangkan bantuan untuk Wasior dan Merapi telah dikirimkan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana PBNU.
JK mengapresiasi bantuan-bantuan yang dikirimkan lembaga-lembaga tersebut. "Yang bisa mempertemukan PKB dan Golkar ya cuma PMI," canda JK.
JK lantas menyinggung relawan PMI yang tewas tersengat awan panas Merapi, dr Tutur Priyono. Menurutnya, Tutur adalah relawan terbaik yang dimiliki PMI.
"Saya dengar dia juga Ketua Banser di Bantul. Saat meninggal dia adalah sebagai barisan palang merah yang melakukan tugasnya," ucap JK.
(vit/nrl)











































