Empat kecamatan yang diguyur hujan abu bercampur lumpur dan pasir itu adalah Kecamatan Dukun, Kecamatan Muntilan, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Srumbung. Hingga pukul 15.35 WIB, di empat kecamatan yang terletak 13-20 KM dari Puncak Merapi ini masih diguyur hujan abu.
Pemantauan detikcom di lapangan, selain sudah selama tiga hari ini listrik padam di empat kecamatan itu, ratusan pohon tumbang juga tumbang akibat tidak kuat menahan beban berat abu vulkanik terbawa oleh hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua dialihkan ke jalan Pemuda sebab sampai sekarang ratusan pohon yang tumbang belum dievakuasi dan ditebangi," tegas Dilly (38) salah seorang penduduk Muntilan, Magelang kepada detikcom Jumat (5/11/2010).
Dilly menuturkan sejak terjadinya hujan abu dan hujan pasir, selama kurang lebih satu pekan ini beberapa toko dan perkantoran di kawasan Muntilan juga tutup total.
Di Kecamatan Dukun, seluruh aktivitas penduduk juga mati. Pasar Talun yang ada di KM 13 tutup. Hal yang sama juga terjadi di Pasar Muntilan, Magelang.
"Semua penduduk sudah mengungsi, suara gemuruh gunung yang menggelegar setiap hari sudah jadi santapan setiap hari warga," tegas Wahyu Kurniawan (33), salah seorang warga Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Magelang.
Wawan yang rumahnya dijadikan tempat pengungsian penduduk Desa Ngargomulyo dan Desa Dukun semalam menambahkan suasana mencekam juga terjadi karena kondisi jalan yang sudah tertutup lumpur abu vulkanik bercampur pasir yang sangat licin.
Akibatnya, suasana mencekam menjadi pemandangan yang tidak asing lagi bagi penduduk Kecamatan Dukun yang berada pada radius 13 km ini.
Di Kecamatan Sawangan, debu vulkanik juga memenuhi seluruh jalan akibatnya tidak ada seorang pun yang berani melewati jalan yang mayoritas berupa hutan pinus milik dari Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
(asy/asy)











































