Pilot Qantas Banjir Pujian

Mesin Airbus Meledak

Pilot Qantas Banjir Pujian

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 13:17 WIB
Pilot Qantas Banjir Pujian
Sydney - Meski mengalami ledakan mesin di udara, pesawat Airbus A380 milik Qantas berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Changi, Singapura kemarin. Pujian pun mengalir untuk pilot yang dengan tenang mendaratkan pesawat superjumbo itu.

Para penumpang memuji pilot asal Australia bernama Richard Champion de Crespigny tersebut. Chief executive Qantas, Alan Joyce, pun memuji keahlian de Crespigny dalam mendaratkan pesawat A380 tersebut dengan selamat.

"Pilot dan kru menangani ini dengan luar biasa," kata Joyce pada konferensi pers di Sydney, Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mendaratkan pesawat dengan sangat aman," tandasnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (5/11/2010).

Menurut Joyce, kapten de Crespigny mengatakan padanya bahwa dia memiliki keyakinan penuh pada pesawat-pesawat Airbus A380 milik Qantas.

"Dia sangat positif tentang pesawat tersebut," ujar Joyce. "Dia bilang dia mencintai pesawat tersebut. Dia pikir itu pesawat fantastik. Dan dia 100 persen yakin bahwa ini pesawat yang hebat untuk diterbangkan," pungkasnya.

Kapten de Crespigny telah memiliki 35 tahun pengalaman terbang. "Kapten luar biasa, begitu pula para kru," kata Simon Johnson, seorang penumpang pesawat tersebut. Dikatakan pria asal Sydney itu, tak ada kepanikan penumpang selama drama menegangkan di udara tersebut.

Saat insiden itu, de Crespigny dengan tenang memberitahukan kepada para penumpang mengenai situasi yang mereka alami.

"Saya minta maaf. Saya yakin Anda menyadari kita mengalami masalah teknis dengan mesin no. 2," kata pilot berumur 53 tahun melalui interkom pesawat.

"Saya yakin Anda menyadari kita tidak melanjutkan ke Sydney pada saat ini. Pesawat terbang dengan aman saat ini. Terima kasih atas kesabaran Anda," ujar pilot.

Pesawat bertingkat A380 milik Qantas mengalami ledakan mesin ketika melintasi wilayah Batam. Insiden itu terjadi ketika pesawat baru beberapa menit meninggalkan Bandara Changi. Tak ada korban luka dalam insiden pertama di dunia yang melibatkan pesawat raksasa A380 tersebut.

(ita/nrl)


Berita Terkait