Dihantam Awan Panas Merapi, Desa Tertinggi di Klaten Rusak Parah

Dihantam Awan Panas Merapi, Desa Tertinggi di Klaten Rusak Parah

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 13:05 WIB
Dihantam Awan Panas Merapi, Desa Tertinggi di Klaten Rusak Parah
Klaten - Desa Balerante, pemukiman tertinggi lereng Merapi di daerah Klaten, hingga Jumat (5/11/2010) siang masih belum bisa diketahui kondisinya, termasuk kemungkinan adanya korban jiwa. Desa tersebut rusak parah akibat terlanda awan panas pada saat erupsi besar Kamis malam hingga Jumat dinihari tadi.

Dusun Sambungrejo yang masuk wilayah Desa Balerante adalah dusun tertinggi lereng Merapi di daerah Klaten. Jaraknya hanya tak lebih dari 3 km dari puncak. Disusul berikutnya adalah Dusun Ngipiksari dan Gondang yang berada persis di bawah Dusun Sambungrejo.

Sejumlah warga menginformasikan saat erupsi Kamis malam, mereka menyaksikan dari kejauhan pemukiman tersebut membara oleh api yang dimuntahkan oleh Merapi. Dikhawatirkan pula, pada saat kejadian masih ada beberapa warga yang masih berada di desa tersebut.

Kepala Kantor Kesbangpollinmas Kabupaten Klaten, Sri Winoto, membenarkan bahwa desa tertinggi di Klaten itu digasak awan panas. Bahkan menurutnya, hingga saat ini tim evakuasi yang dibentuknya belum bisa menembus desa tersebut karena dalam kondisi parah dan terlalu dekat dengan puncak Merapi yang terus beraktivitas tinggi.

"Kami belum bisa memastikan apakah ada korban di desa itu karena tim evakuasi belum bisa masuk, tetapi kami bisa informasikan bahwa desa tersebut memang diterjang awan panas tadi malam," ujar Winoto, Jumat (5/11/2010).

Winoto memaparkan seharusnya desa tersebut sudah dalam kondisi kosong semenjak erupsi 26 Oktober lalu karena sejak awal lokasinya berada dalam kawasan rawan bahaya. Mereka harus mengungsi ke Desa Bawukan yang telah disediakan oleh Satlak penanggulangan bencana.

"Tapi memang ada yang nekat bertahan, ada juga yang semula bersedia mengungsi tapi diam-diam kembali lagi ke rumahnya. Saat ini semua warga Balerante diungsikan di pendopo kabupaten Klaten, kami akan mengecek apakah ada warga yang hilang untuk mengetahui ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tadi malam," lanjut Winoto.

(mbr/asy)


Berita Terkait