"Merapi selama 100 tahun belum pernah ada letusan seperti ini. Ini merupakan letusan besar dalam kurun waktu 30 tahun. Terakhir letusan terbesar kedua setelah Galunggung pada tahun 1982," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Sukhyar.
Hal itu disampaikan Sukhyar di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga pukul 01.00 WIB dini hari daerah aman diperluas dari 15 km menjadi 20 km," ujarnya.
Sukhyar mengatakan, jika siang hari, aktivitas Merapi bisa diamati dengan adanya letusan kemudian munculnya awan panas. Namun pada malam hari seperti kejadian tadi malam dan dini hari, Gunung Merapi ditutupi kabut hingga semburan awan panas tidak bisa diamati.
"Tapi terdengar suara gemuruh yang hingga mencapai radius 30 km," jelasnya.
Akibat letusan semalam hingga dinihari, korban tewas sementara mencapai 54 orang. Jumlah diperkirakan bertambah karena tim SAR masih melakukan penyisiran.
(gus/nrl)











































