"Saking tebalnya abu, cuaca gelap gulita seperti subuh saja," kata salah seorang warga Kmiri melalui Info Anda detikcom, Jumat (5/11/2010).
Tebalnya debu vulkanik ini menyebabkan aktivitas warga terganggu. Anak sekolah, karyawan dan anak sekolah tidak bisa keluar rumah karena debu sangat tebal.
Hal yang sama diungkapkan Rasma, warga Purworejo lainnya. Menurutnya, di Desa Somongari juga terkena hujan abu. Hal ini menyebabkan banyak pohon tumbang dan aliran listrik di desa itu padam.
"Hujan abu masih berlangsung terus," katanya.
Seperti diberitakan, hingga pukul 10.00 WIB korban letusan Merapi yang masuk di kamar forensik RS Sardjito berjumlah 49 orang.
(nal/irw)











































