Merapi Mengganas, Air Asia Batalkan Penerbangan dari/ke Yogyakarta

Merapi Mengganas, Air Asia Batalkan Penerbangan dari/ke Yogyakarta

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 09:58 WIB
Merapi Mengganas, Air Asia Batalkan Penerbangan dari/ke Yogyakarta
Jakarta - Situasi dan kondisi di Yogyakarta relatif tidak aman karena letusan Gunung Merapi. Maskapai penerbangan Air Asia memilih membatalkan penerbangan dari dan ke kota gudeg itu. Alasannya, demi keamanan.

"We deeply regret to inform you that your flight QZ 7341 from Yogyakarta to Jakarta
on 5th November 2010 has been Cancel due to Safety Reason/Merapi Eruption," begitu informasi dari Air Asia yang diterima calon penumpang, Jumat (5/11/2010).

Manajemen Air Asia berharap seluruh calon penumpang mengerti akan kondisi ini. "We are very sorry for above cancel," lanjut email tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di Twitter @AirAsia, disebutkan, semua penerbangan Air Asia AK dan QZ ke Yogyakarta telah dibatalkan. Alasannya pun sama, karena Merapi.

"Dear Guest, all AK & QZ flight to Jogja has been cancelled on 5th Nov due to volcanic ash caused by the eruption of Mt. Merapi. Affected Guest w b contacted. Pls call our call centre if u require any assistance," begitu yang terlusi di akun Twitter @AirAsia.

Arif, salah satu calon penumpang mengaku kecewa dengan pembatalan itu. Namun pria yang berprofesi sebagai arsitek itu mengerti karena kondisi saat ini memang tidak memungkinkan.

"Ya alasannya kan jelas," katanya kepada detikcom.

Untuk perjalanan ke Jakarta, Arif akhirnya memilih moda transportasi lainnya. Kemungkinan dia akan menggunakan kereta api untuk menuju Jakarta.

Sementara Disty, calon penumpang lain, mengaku belum mengetahui pembatalan ini. Dia ingin menelpon Air Asia terlebih dulu karena informasi di email belum jelas.

"Nanti saya mau telepon dulu, apakah dibatalkan atau hanya ditunda," katanya.

Abu vulkanik Merapi berbahaya bagi penerbangan. Selain mengganggu jarak pandang, jika masuk mesin maka akan membuat mesin mati mendadak. Kemenhub telah mengeluarkan instruksi agar penerbangan ke timur Pulau Jawa dilakukan dengan cara mengambil rute yang lebih jauh, yaitu lewat utara dan selatan.

(ken/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini