Kondisi Jenazah Merapi Saling Menempel, Sulit Diidentifikasi

Kondisi Jenazah Merapi Saling Menempel, Sulit Diidentifikasi

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 09:49 WIB
Kondisi Jenazah Merapi Saling Menempel, Sulit Diidentifikasi
Sleman - Korban yang tewas akibat letusan Gunung Merapi malam tadi, terus berdatangan di kamar forensik RS Sardjito. Seluruh jenazah yang masuk ke ruang forensik dalam keadaan gosong sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi. Jumlah jenazah yang semula dilaporkan 49 orang, direvisi menjadi 48 orang.

"Kondisi jenazah hampir semua hitam dan saling menempel dan berdempet kulit antar satu jenazah dengan jenazah yang lain. Sebagian besar bahkan sudah tidak berbentuk hingga sulit untuk kita identifikasi," ujar dokter DVI (Disaster Victim Identification) Polda DI Yogyakarta dr. Agung Hadi Wijanarko, kepada wartawan di ruang forensi RS Sardjito, Jl Kesehatan, Sleman, DIY, Jumat (5/11/2010).

Agung mengatakan, kondisi jenazah sangat mengenaskan. Hingga ada korban yang diperkirakan dua orang, ternyata satu jenazah.

"Tadi ada yang kita kira ibu dan anak ternyata, hanya satu orang. Tapi itu pun belum bisa kita identifikasi apakah laki-laki atau perempuan karena sudah gosong," jelasnya. Karena itulah korban yang semula 49 orang direvisi menjadi 48 orang.

Agung juga belum dapat memperinci berapa banyak jumlah korban tewas yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

"Semua masih kita identifikasi, dan ini sangat sulit," kata Agung.

Kondisi di rumah sakit sendiri saat ini sangat hiruk pikuk oleh tim evakuasi yang tampak keluar masuk kamar forensik. Kamar forensik juga saat ini mulai ditutup untuk wartawan, sehingga untuk informasi para korban wartawan harus menunggu keterangan resmi dari petugas DVI.

Hingga kini tim evakuasi masih mencari para korban yang masih berada di dusun-dusun yang terkena awan panas. Kemungkinan korban masih bertambah.

Ini merupakan gelombang korban tewas pertama setelah gelombang pertama pada 26-27 Oktober. Kala itu korban tewas mencapai 37 orang.

(lia/nrl)


Berita Terkait