"Kalau keluar dari ruangan rasanya tidak nyaman. Kadang dada juga sakit, dan kepala pusing-pusing," kata salah satu pendatang di Yogya, Thaksinul Khuluq, kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).
Thaksin yang tinggal di daerah Pogung, dekat kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, menambahkan, hujan abu yang turun sejak semalam memang tidak separah ketika terjadi letusan pada Sabtu (2/10) malam lalu. Namun, hujan abu kali ini tetap membuat udara di Yogya tercemar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Thaksin mengaku sudah menyiapkan masker. Namun, masker itu terpaksa ia pakai secara bergantian dengan adiknya, karena persediaan masker di sejumlah apotik di Yogya sudah menipis.
"Ada masker yang biasa saya pakai buat naik sepeda motor," ucapnya.
Bila nanti kondisi tidak memungkinkan lagi, katanya, ia akan memilih untuk 'mengungsi' ke Solo yang masih aman dari hujan abu. Hal itu sudah pernah dilakukannya ketika hujan abu turun pada Sabtu pekan lalu.
"Nanti kalau makin parah saya pilih pergi ke Solo saja," tutupnya.
(irw/irw)










































