"Sampai sekarang korban tewas yang sudah kita bawa ke RS Sardjito 14 orang," ujar Koordinator Basarnas, Waluyoraharjo, kepada wartawan di ruang forensik RS Sardjito, Jl Kesehatan, Sleman, DIY, Jumat (5/11/2010).
Kondisi mayat tersebut sudah gosong. Dari jauh mayat tersebut terlihat menghitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waluyo menduga masih ada korban tewas yang belum berhasil dievakuasi. Sebab, kondisi Argomulyo, Cangkringan, sulit diakses.
"Kemungkinan masih ada yang belum dievakuasi karena kondisinya sulit," ujar Waluyo.
Dengan demikian rincian korban tewas adalah 5 laki-laki, 6 perempuan, dan 2 anak kecil. Sementara itu satu korban yang terakhir belum diketahui jenis kelaminnya. Semuanya ditemukan di Desa Argomulyo, Cangkringan, desa di bawah kampung Mbah Maridjan, Kinahrejo, yang telah luluh lantak.
Pada letusan sebelumnya yang terjadi 26 Oktober, korban tewas mencapai 37 orang.
Saat ini daerah rawan bencana diperluas dari 15 km menjadi 20 km karena Merapi tidak kunjung berhenti beraksi. Bahkan semua unsur kegempaan sulit dihitung.
(van/nrl)











































